Dunia Atas Alam Hatalla

Ilustrasi Dunia Atas dilukis oleh Johanes Salilah dalam Ngaju Religion yang dituis oleh Hans Scharer.


Hai.. Selamat datang di Dunia Mitologi!!
Bagi Sahabat MITOLOGI yang kurang suka membaca atau lebih senang mendengarkan cerita, bisa simak ceritanya dari Podcast MITOLOGI tinggal klik aja disini ya.

Telah kita ketahui bahwa dalam Mitologi Borneo (Mitologi Dayak) meyakini bahwa ada tiga dunia/alam di semesta ini. Dunia Atas tempat Ranying Hatalla bertahta, Dunia Bawah tempat Jata Balawang Bulau bertahta dan Dunia Manusia atau Pantai Danum Kalunen yang disebut juga Lewu Injam Tingang yaitu tempai kita saat ini.

Pada kesempatan ini kita akan mencoba menelusuri Dunia Atas, yaitu tempat para Raja yang dipimpin oleh Ranying Hatalla (Tuhan Yang Maha Esa) dalam Mitologi Dayak. Para Raja yang dimaksud disini, jika dalam kepercayaan atau agama selain Kaharingan dapat dikatakan sebagai malaikat/dewa. Untuk menuju Alam Atas, tentu saja anda harus mati terlebih dahulu (Hehe.. maaf saya hanya bercanda). Namun candaan saya ini ada benarnya, karena pada hakekatnya manusia harus melalui kematian terlebih dahulu barulah ia akan pulang nenuju Alam Atas yaitu tempat asal manusia menurut Mitologi Dayak.

Konon ada sebagian orang yang bisa menuju Alam Atas, tanpa harus melalui kematian. Seperti halnya Legenda Mihing (asal usul Mihing), dimana tokoh Bowak yang dibawa oleh Sahawung Bulan Tempun Buang Penyang ke Alam Atas. Namun, tidak semua manusia yang beruntung mendapatkan kesempatan seperti itu. Oleh sebab itu, kita akan menelusuri Dunia/Alam Atas ini melalui jalan yang berbeda.

Sebelum kita berangkat dan menelusuri Alam Atas, maka saya sarankan kita untuk menenangkan pikiran terlebih dahulu, cobalah untuk memposisikan diri senyaman mungkin. Agar kita benar-benar mampu mengalami "pengelihatan" makan kita harus fokus, konsentrasi dan membebaskan imajinasi serta "mengosongkan gelas" kita. Jika tidak, maka semuanya akan percuma dan sia-sia. Anda hanya akan membaca kata demi kata, kalimat demi kalimat tanpa makna. Setelah anda merasa benar-benar siap untuk melaksanakan perjalanan spiritual ini barulah anda lanjutkan membaca artikel yang berjudul Perjalanan Spiritual Menelusuri Alam Atas. Saya katakan perjalan spiritual, karena yang akan kita telusuri nantinya merupakan alam lain yang diyakini oleh umatNya sebagai Alam Illahi.

Semua itu perlu kita lakukan agar kita dapat memaknai dan mengambil faedah dari apa yang akan kita telusuri nantinya. Selain itu, sebagai bangsa yang beragam, hal ini juga merupakan bentuk penghormatan kita terhadap kebudayaan, keagamaan dan keyakinan orang lain. Terkecuali anda sudah biasa bertemu dan mengobrol dengan Tuhan, sehingga anda yakin betul bahwa diri anda adalah golongan mahluk mulia yang tidak mengenal dosa dan kesalahan. Jika demikian, mungkin blog ini tidak cocok untuk anda baca dan anda pelajari. Namun jika anda menginginkan wawasan, mungkin blog ini tepat untuk anda pelajari.

Oke.. saya kira apa yang telah kita ketahui tadi perlu untuk kita renungkan, sehingga hal itu tidak menjerumuskan dan menyesatkan pikiran. Karena semua yang tertulis disini, semata-mata bertujuan untuk menambah wawasan dan pengetahuan kita. Semoga tulisan-tulisan ini bermanfaat bagi kita semua.

Referensi:

  • Majelis Besar Agama Hindu Kaharingan Pusat. 2002. Panaturan. Kota Palangka Raya
  • Scharer, Hans. 2016. Agama Ngaju. Dewan Adat Dayak Provinsi Kalimantan Tengah. Palangka Raya
  • Riwut, Tjilik. 2003. Maneser Panatau Tatu Hiang (Menyelami Kekayaan Leluhur). Penerbit Pusaka Lima. Yogyakarta

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Dunia Dalam Mitologi Dayak