Dunia Dalam Mitologi Dayak
Istilah mitologi saya kira tidak asing bagi sebagian orang, tapi saya pikir tidak ada salahnya kita ulas sedikit mengenai apa yang disebut dengan mitologi. Karena saya yakin pengalaman serta pengetahuan setiap orang berbeda-beda, hal ini biasanya tergantu dengan minatnya masing-masing.
- Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), mitologi adalah ilmu tentang bentuk sastra yang mengandung konsepsi dan dongeng suci mengenai kehidupan dewa dan mahluk halus dalam suatu kebudayaan.
- Menurut Wikipedia.org, istilah mitologi dapat berarti kajian tentang mitos, maupun sebuah himpunan atau koleksi mitos-mitos. Mitologi terkait dekat dengan legenda maupun cerita rakyat. Mitologi dapat mencakup kisah penciptaan dunia sampai asal mula suatu bangsa.
Saya kira sudah cukup tergambarkan dengan jelas di benak kita mengenai apa yang disebut mitologi. Kalo menurut saya, mitologi adalah sebuah ilmu, pengetahuan, konsep pemikiran dan kepercayaan yang dianut serta diyakini oleh sekelompok orang (kelompok masyarakat). Jadi karena itulah, mitologi di setiap tempat berbeda-beda. Setiap tempat memiliki tatanan masyarakat dan kebudayaan yang berbeda.
Berarti mitologi ada banyak dong? That’s right, saking banyaknya ada mitologi-mitologi yang tidak diketahui oleh banyak orang. Kalo gitu mitologi mana yang akan kita pelajari disini? Oke jadi mitologi yang akan kita masuki kali ini adalah dunia mitologi yang ada di pulau Borneo (Kalimantan). Mungkin bisa kita sebut Mitologi Borneo atau Mitologi Dayak, secara khusus di Provinsi Kalimantan Tengah.
Mungkin sebagian besar masyarakat Indonesia belum mengetahui dengan jelas mengenai Mitologi Dayak. Berbeda dengan Mitologi Jawa yang barang kali sudah cukup terkenal dan diketahui banyak orang. Bahkan sudah ada beberapa film yang mengangkat kisah Mitologi Jawa, salah satunya adalah film lawas yang berjudul Karmapala.
Kenapa Mitologi Dayak tidak banyak diketahui orang? Menurut saya karena minimnya literatur dan hal ini disebabkan karena kurangnya ketertarikan masyarakat Dayak terhadap kebudayanya sendiri. Jadi itulah salah satu yang melatar belakangi munculnya blog Mitologi Borneo ini. Saya berharap dengan adanya blog ini, dapat mengangkat kisah-kisah mitologi yang ada di Pulau Kalimantan, khususnya Kalimantan Tengah kepada khalayak umum.
Oke.. sebelum kita benar-benar masuk kedalam Mitologi Dayak, sebaiknya kita ketahui dulu apa itu Dayak. Jadi Dayak adalah nama suku yang mendiami Pulau Kalimantan. Suku Dayak memiliki banyak subsuku, antara lain Dayak Ngaju, Manyan, Oot Danum, Tomun dan masih banyak lagi lainnya. Agama asli Suku Dayak adalah Kaharingan. Artinya untuk masuk dalam Mitologi Dayak, kita harus menelusurinya dari Kaharingan.
Dalam konsep Agama Kaharingan, dunia terbagi menjadi tiga. Yaitu, dunia atas, dunia bawah dan dunia manusia atau Pantai Danum Kalunen yang disebut juga Lewu Injam Tingang. Dunia atas merupakan tempat tinggal para dewa yang hidup abadi dan dipimpin oleh Ranying Hatalla. Namun masyarakat Dayak tidak menggunakan istilah dewa dalam konsep religinya, tapi lebih menggunakan istilah raja. Maka oleh sebab itu dalam tatanan peradabannya Suku Dayak sesungguhnya tidak memiliki raja. Istilah Tuhan dalam Mitologi Dayak disebut Hatalla. Ranying Hatalla adalah sang pencipta yang menjadikan segala sesuatu, para Raja adalah mahluk ciptaan sebelum manusia. Para Raja ditugaskan oleh Ranying Hatalla untuk mengatur alam semesta ini, setiap Raja memiliki tugas dan fungsinya masing-masing.
Sedangkan di Dunia Bawah dipimpin oleh Jata Balawang Bulau. Dunia bawah yang dimaksud disini adalah dunia di bawah air, bukan neraka atau tartarus dalam mitologi lainnya. Saya pikir dunia bawah ini mirip seperti Atlantis dalam film Aquaman. Kemudian yang terakhir adalah dunia manusia yang dihuni oleh kita saat ini, siapa penguasanya? Entahlah, tanyakan pada diri kita masing-masing.
Oke.. itulah tiga dunia yang ada di dalam Mitologi Dayak. Untuk detail dari setiap dunia ini nanti akan kita pelajari di artikel berikutnya. Semoga artikel ini bermanfaat dan dapat menambah wawasan kita.
Referensi:
- Majelis Besar Agama Hindu Kaharingan Pusat. 2002. Panaturan. Kota Palangka Raya
- Scharer, Hans. 2016. Agama Ngaju. Dewan Adat Dayak Provinsi Kalimantan Tengah. Palangka Raya

Good job, good luck and God bless
BalasHapus